Kamis, 04 Juni 2026

Bagaimana perasaanmu?

    


        "Bagaimana perasaanmu?"

       Pertanyaan sederhana yang sekarang terasa berat untuk dijawab. Pertanyaan yang jika dijawab dengan benar tak akan berbentuk kata tapi airmata. Pertanyaan yang sebenarnya sangat ingin dihindari.

      Bukan ingin mengindari tetapi lebih pada ingin menjaga hati. Menjaga agar dia tetap utuh meski retakannya mulai tumbuh.   

        Dengan mata sembab dan kepala pusing serta badan lelah tapi harus duduk manis dan menceritakan secara berulang kejadian demi kejadiannya. Kejadian yang sampai detik ini masih terasa seperti mimpi. Seandainya aku adalah kaset maka kurekam saja semua cerita itu hingga nanti tinggal kuputar ulang saat ada orang yang bertanya.

        Saat itu sebenarnya aku ingin tidur saja. Berharap saat bangun semuanya selesai dan hanya sebatas mimpi. Namun untuk sekedar rebah saja tak ada waktu. Banyak hal yang harus dibicarakan dan diselesaikan. Dengan sisa tenaga mencoba bertahan dan menghadapi kenyataan.

        Mencoba tersenyum saat hati luluhlantak bukanlah hal yang mudah. Namun itu terus kulakukan. Bukan untuk siapa-siapa tetapi untukku sendiri. Untuk menguatkan diri dan kembali melanjutkan langkah yang masih panjang. 

        Dunia masih berputar langit masih biru tapi duniaku tidak sama lagi. Banyak hal yang tidak akan bisa didengar, dilihat dan dirasa lagi. Banyak hal yang tak akan pernah bisa diulang. Masih banyak PR yang menanti di hadapan.

        Banyak kata yang tak bisa diungkapkan meski sudah terangkai sempurna di dalam skemata. Banyak tangis yang tertahan dan mungkin hanya akan tersimpan dalam dekapan. Banyak waktu yang akan kuperlukan untuk bisa memahami keadaan.

       "Saat seseorang meninggal, orang yang ditinggalkan harus berbahagia. Sesekali mereka boleh menangis, tetapi mereka juga harus tertawa dan menjalani hidup dengan bahagia. Kamu juga harus kuat dan terus melanjutkan hidup. Itu adalah hal yang bisa kamu lakukan sebagai bentuk cinta pada orang yang telah meninggal."

        Kata-kata Ji Euntak pada Kim Shin di atas yang terus coba kugemakan dalam ingatan. Mudah-mudahan pikiran dapat diajak kompromi. Mudah-mudahan hati dapat  diajak merelakan.

YN, 05-06-2026


Bagaimana perasaanmu?

             "Bagaimana perasaanmu?"        Pertanyaan sederhana yang sekarang terasa berat untuk dijawab. Pertanyaan yang jika di...